Jangan Angkuh

Tak ada manusia yang sempurna.
Tapi sangat tidak salah ketika seorang manusia ingin mencoba dan berharap untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Tidak untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi versi lebih baik dari versi sebelumnya.
Aku juga mau

***

Namanya manusia, 
ku tak sempurna
pernah aku merasa gengsi ketika ada seorang yang lebih muda mencoba mengajari.
Namun kini aku sadar, guru tak melulu adalah dia yang lebih dulu lahir dari kita.
Karena si muda pun bisa saja memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih banyak daripada kita.

Misal,
Kalo kalian tau, aku sering banget kan ikut seminar.
Tak jarang diantara speaker-speaker di seminar itu adalah mereka yang seusiaku, bahkan bisa lebih muda dariku.

Luar biasa.

Dari sini-lah perasaan gengsi ku sudah tidak sekeras dulu.

Ga cuman perkara usia
Ketika kita bertemu seseorang yang kita rasa kita memiliki pemahaman, gagasan, atau mungkin kiblat yang berbeda dengan orang tersebut, cobalah dengarkan dulu.
Tak perlu kita merasa lebih tahu dan merasa paling benar, lalu kita menjadi angkuh.
Jangan merasa kita sudah lebih tahu dan tidak perlu belajar dari orang yang kita anggap tidak satu level dan frekuensi dengan kita.

Ingat guys

ketika kita ingin belajar sesuatu, kita harus tahu semua hal dari banyak sisi.
Bukan mengingkari eksistensi gagasan lain.

Kenapa ?

Darimana kita tahu kalau yang kita ketahui itu adalah sesuatu yang benar dan tepat kalau kita tidak mempelajari gagasan lain. Atleast kita mengetahuinya deh.

Ah mungkin manusia terangkuh akan berpikiran kalau,

SAYA SUDAH BENAR

Tak perlu tahu tentang hal lain
Itu berarti kamu telah benar-benar terkunci oleh dirimu sendiri

Hhhh

Semoga aku dan kamu tidak termasuk di dalamnya
Semoga kita tetap mampu dan ingin menjadi manusia pembelajar
Manusia yang bisa menjadi versi lebih baik dari hari kemarin.



0 Comments