Sering Merasa Tersindir dengan Status Orang di Media Sosial ? BACA INI !!!

Adakah diantara kamu yang tidak memiliki satupun akun media sosial ?

Saya yakin jawabannya pasti tidak.
Bagi yang memiliki smartphone, pasti memiliki setidaknya dua akun media sosial. Entah itu Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, Snapchat, Line atau yang lainnya.

Basically, media sosial diciptakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Kita bisa bertemu dengan teman lama, orang baru, bahkan menjalin relasi profesional di dunia kerja. Melalui media sosial juga kita bisa berbagi informasi dan mempromosikan usaha yang sedang kita jalani.

Media sosial juga bisa menjadi buku harian untuk kita berbagi konten pribadi. mulai dari moment liburan, review barang mahal yang kamu beli, sharing tentang makanan apa yang kamu makan hari ini, juga berbagi foto nongkrong bersama geng sebagai ajang eksistensi diri.

Ga cuma itu, kitapun bisa menyampaikan unek-unek yang biasanya tidak tersampaikan di dunia nyata, dan ini dilakukan oleh sebagian besar pengguna media sosial. Sehingga dari postingan-postingan di media sosial, kita bisa dengan mudah menebak seperti apa kepribadian si pembuat post tersebut. Meski tebakan kita tak selalu benar, atleast kita bisa menyimpulkan bagaimana sifat asli mereka meski hanya mengenal di dunia maya.

Namun perlu diperhatikan juga ketika kita akan membuat suatu post di media sosial. Terkadang ada "teman maya" yang merasa tersindir meski postingan tersebut sebenarnya bukan sindiran dan bahkan tidak ditujukan untuk dirinya.

Nah, supaya kita tidak termasuk orang yang mudah tersinggung a.k.a baperan dengan postingan orang di media sosial, berikut ada 7 hal yang bisa kita pahami dulu supaya pikiran kita tetap positif terhadap postingan-postingan orang di media sosial.

1. Jangan ke-Ge-eR-an

Ketika kamu memiliki satu masalah dan kamu membaca postingan orang lain yang kamu rasa menyentil masalahmu, bukan berarti dia menyindirmu. Ingat, di dunia ini bukan cuma kamu yang mempunyai masalah dengan satu hal yang sama. Ada orang lain juga yang memiliki masalah yang sama denganmu. Kalaupun status seseorang itu sindiran, bisa saja ia sedang menyindir orang lain yang kebetulan memiliki masalah yang sama denganmu.

Jadi, jangan ke-Ge-eR-an dulu dengan postingan orang di sosial media ya.

2. Beda bahasa tulisan dan bahasa komunikasi secara langsung

Ingat, bahasa tulisan dengan bahasa komunikasi secara langsung itu tentu sangat berbeda meski menggunakan kalimat yang sama. Cara kamu baca sebuah tulisan itu terkadang Bisa dipengaruhi suasana hati kamu Dan penilaian subjektif kamu terhadap si pembuat post. Postingan yang mungkin mereka tulis dengan maksud baik atau mungkin sebuah becandaan, bisa saja kamu menganggapnya seperti sebuah sindiran atau hinaan.

Jadi, tetap jaga hati dan pikiran supaya selalu positif ya.

3. Jika itu sebuah lirik lagu, mungkin mereka sedang bernyanyi

Ada banyak orang yang membuat status berupa lirik lagu atau bahkan membagi link dari channel suatu lagu.
Masih suka ngerasa kesindir ?
Masih suka ngerasa kalau liriknya menyentil masalah kamu ?
Ingat, bisa saja mereka sedang mendengarkan lagu tersebut atau mungkin itu adalah lagu favoritnya, sehingga mereka "menyanyikan ulang" dan mengekspresikannya dalam sebuah status di media sosial tanpa bermaksud menyindir siapapun.

4. Status berupa kalimat bijak dan motivasi

Ada orang tertentu yang biasanya mengutip kalimat bijak dan motivasi kemudian me-repost-nya di status media sosial. ketika kamu masih saja merasa tersindir dengan hal itu, maka masalahnya ada dalam pikiran kamu sendiri.
Dengan mempost kalimat bijak dan motivasi tersebut, bisa saja dia sedang memotivasi dirinya dan orang lain. Kamu yang memiliki pikiran negatif malah mengganggapnya sebagai sindiran, bahkan hinaan buatmu, yang rugi kan kamu sendiri.

5. Si pembuat status sedang butuh hiburan

Saat seseorang merasa lelah atau dalam kondisi emosional yang tidak stabil, maka bisa saja dia akan mempost hal-hal diluar kebiasannya yang bisa memancing kerusuhan. Jika kamu yang membaca postingan tersebut, maka dibutuhkan kesadaran diri untuk memakluminya. Meski sakit hati, tak semestinya kamu langsung membalas postingan tersebut. 

6. Ketahui latar belakang si pembuat post

Kalau kamu mengenal si pembuat post secara langsung, setidaknya kalian tahu latar belakang kehidupannya. Jika tidak, tentu kita pernah liat postingan dia sebelum-sebelumnya dong ?
Latar belakang seseorangpun mempengaruhi apa yang dia post di media sosial. sekali lagi, harap maklum.

7. Intropeksi diri

Ini hal yang paling penting ketika kamu membaca postingan orang lain dan merasa hal itu ditujukan padamu. Kalau memang mereka benar-benar menyindirmu, maka kamu harus intropeksi diri. Memang kekurangan diri sendiri akan lebih terlihat nyata oleh orang lain daripada oleh dirimu sendiri.
jika kamu tersinggung, maka lihat kedalam dirimu sendiri, kemudian perbaiki diri. Maka sindiran tersebut sudah berubah menjadi hal positif buatmu.
bukan dengan mencari kekurangan orang tersebut dan membalas sindirannya.
Ingat, tak perlu sempurna untuk bisa saling mengingatkan, yang terpenting kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.


NB :
Inget ya, jangan dikit-dikit baper sama postingan orang lain. mereka juga punya urusan masing-masing, gamau repot ngurusin hidup kamu, gak kamu bayar juga kan ya. Daripada baper, mending balas aja dengan postingan yang bermanfaat dan menginspirasi. Penting juga untukmu menunjukkan prestasi.

LuvVvv :*

0 Comments