JAGA PRIVASIMU Part 1 : Memproteksi Data Diri di Internet

Kali ini aku mau berbagi lagi konten dari seminar yang aku ikutin

Insyaallah banyak manfaatnya karena seminar yang aku ikutin di Gedung Sate, Bandung pada tanggal 30 Oktober 2019 ini sangat relevan dengan era sekarang ini, yaitu era 4.0 yang merupakan era serba digital.

Ga cuma media sosial, untuk keperluan lainnya yang optimaasinya secara digital, yang mana untuk dapat mengaksesnya kita diharuskan mendaftar dengan mengisi data diri. Hal tersebut bukan masalah kalo aplikasi atau platform yang kita akan mendaftarnya adalah aplikasi atau platform yang aman, yang bisa menjaga privasi para usernya. masalahnya adalah masih banyak pengguna internet yang tidak sadar atau bahkan tidak tahu adanya kemungkinan bahaya yang mengintai. Misalnya kebocoran data. Bocornya data diri pengguna internet bisa saja oleh oknum dijadikan sebagai informasi untuk melancarkan aksi pemenuhan "kepentingan" oknum tersebut.

Kepentingan ini bisa berupa dijadikannya si orang tersebut sebagai target pasar suatu korporasi. makanya ga heran, banyak dari kita yang sering menerima SMS atau email yang isinya adalah promosi suatu produk. 

Hal yang menjadi momok menakutkan adalah ketika data diri kita dijadikan informasi oleh penjahat. Bisa saja si pemilik data itu dijadikan target penipuan, deepfakes dan kemungkinan tindak kejahatan lainnya.

Dari seminar ini, aku disadarkan akan pentingnya privasi kita di internet. selain itu kita juga diberikan tips-tips untuk memproteksi data diri kita di internet.

Seminar ini diisi oleh tujuh speakers dengan keynote speakernya yaitu Ibu Atalia Praratya Kamil yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat, yaitu Ridwan Kamil.

***



Ryan Rahardjo

Public Policy and Government Affairs Manager Google Indonesia


Mas Ryan memberikan tips mengenai bagaimana berinternet dengan aman.

Misalnya ketika mendownload suatu aplikasi atau bergabung di suatu platform, sebelum kita mengaksesnya, akan ada agreement form gitu yang isinya berupa kebijakan privasi dan perijianan sejauh mana aplikasi tersebut bisa mengakses fitur private kita di gadget. Banyak dari kita yang sering mengabaikan hal tersebut. Kita langsung aja centang setuju. Seharusnya kita membacanya terlebih dahulu, karena bisa saja aplikasi tersebut meminta persetujuan akses data diri privasi kita yang tersimpan di HP. 

Selain itu Mas Ryan juga memberikan beberapa warning buat menjadi perhatian kita dalam berinternet, yaitu :

1. Kita harus membuat password yang aman dan kuat.

Bahkan ketika Mas Ryan bertanya kepada  Audiens, ternyata masih ada 10 orang yang  menggunakan tanggal lahirnya sebagai password dan parahnya lagi password tersebut digunakan untuk semua akun. Tips untuk membuat password yang aman dan tidak mudah diretas adalah dengan mengkombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol.

2. Privasi dan kesediaan kita untuk terlibat dalam suatu chat grup atau conference. 

Misalnya grup Whatsapp. Mungkin kita pernah dimasukan ke suatu Whatsapp grup tanpa seijin kita atau bahkan dimasukan ke dalam grup yang tidak relevan dengan preferensi kita.

3. Kita harus berhati-hati dan jangan sembarangan membagikan foto di media sosial demi terhindar dari penyalahgunaan oknum.

Seperti :
  • Foto KTP jangan di share sembarangan karena kita ga pernah tau foto tersebut bakalan nyangkut dimana aja
  • Memang sebagian besar orang Indonesia senang berbagi foto dan aktivitas di media sosial. Baik pribadi dan keluarga. Banyak juga yang share foto dan aktifitas anak. Misalnya foto anak beres mandi tanpa busana yang bisa saja disalahgunakan oleh oknum, predator anak misalnya. Terus orang tua yang membagikan foto anak yang masih menggunakan seragam sekolah atau berbagi aktifitas anak di sekolah dengan menyebutkan nama sekolahnya. Ini juga sangat berbahaya karena kita tidak pernah tau seperti apa itikad orang di luar sana. Yang jelas orang tersebut bisa tau dimana anak kita bersekolah, kegiatannya di sekolah dan jam pulang sekolah serta hal-hal lain yang bisa membahayakan anak kita.
***

Nah kemudian Mas Ryan memaparkan mengenai Google sendiri yang menjamin tingkat keamanan privasi pengguna yang tinggi. contohnya ketika ada seorang user yang menggunakan Google Map, nah Google menjamin bisa memproteksi data user tersebut dengan fitur inovatifnya.

Google sendiri memiliki beberapa prinsip keamanan :

1. Google berkomitmen selalu melindungi dan menghargai data yang diberikan oleh user  Sehingga Google menjamin untuk tidak menyebarluaskan atau bahkan menjual data tersebut ke pihak lain.

2. Google selalu memperbarui fitur produknya setiap saat (inovatif), seperti :

Privacy Checkup

Dengan fitur ini kita bisa mengecek data apa aja yang udah pernah kita input ke akun Google kita dan kita juga bisa melihat history aktifitas kita di Google. Kalo kita tidak nyaman dan tidak mau aktifitas kita direkam, kita bisa menghapusnya. Jadi kita bisa mengontrol privasi kita di Google.

Security Checkup

Fitur ini bisa kita akses untuk mengecek keamanan gawai atau password yang kita gunakan. Kita juga bisa mengecek dimana saja akun Google kita log in. Misal di dua HP kita, di PC, dan yang bahaya adalah ketika kita pernah signed in di komputer orang lain bahkan di rental komputer. tapi di fitur Security Checkup ini kita bisa mengatur untuk mengeluarkan akun tersebut. Tidak hanya itu, dengan Security Checkup kita bisa ngecek di aplikasi pihak ketiga mana aja kita pernah memberikan data diri kita. kalau kita tidak nyaman dan ingin melepaskan otorisasinya, kita bisa menggunakan fitur Security Checkup ini.

Password Checkup

Ini merupakan fitur terbaru Google. Dengan fitur ini kita bsia mengecek seberapa kuat password kita dan mengecek di website mana aja kita pernah menggunakan password tersebut.


3. Mengutamakan tingkat keamanan yang kuat. 
Google memiliki fitur 2 Steps Verification yang mana Google akan menambah layer keamanan apabila fitur ini diaktifkan. Jadi orang yang ingin meretas akun kita diharuskan memasukan kode yang kodenya itu hanya kita yang bisa mendapatkannya dari HP kita.

***

Terus Mas Ryan juga menjelaskan tentang komik "JAGA PRIVASIMU" yang isinya mengenai bagaimana kita seharusnya menjaga privasi dan memproteksi data diri kita di era 4.0 ini. Ada 10 tips yaitu :
  1. Berhati-hatilah terhadap pesan yang meminta informasi pribadi dan tidak boleh membagikan data pribadi orang lain tanpa seizin orang tersebut.
  2. Selalu pastikan validitas link atau link yang mencurigakan.
  3. Jangan instal aplikasi berbahaya di ponsel kamu.
  4. Jaga agar software selalu terbaru.
  5. Waspadai peniruan identitas.
  6. Pegang kendali data di akun Google kamu.
  7. Gunakan jaringan dan koneksi yang aman sebelum memasukan informasi sensitif.
  8. Lindungi diri anda dengan sandi yang kuat.
  9. Utamakan keamanan dengan verifikasi 2 langkah
  10. Cek Google safety center 

Komik ini merupakan hasil karya dari para pemenang kompetisi yang diadakan oleh Google Indonesia, Kominfo, BSSN, Kreavi, Siber Kreasi, IGF Indonesia, Youth IGF Indonesia dan ICT Watch. Kompetisi ini bertujuan untuk mengkampanyekan kesadaran keamanan berinternet.

Komik ini dibagikan kepada seluruh peserta seminar. Tapi buat kamu yang ga punya komik ini tetap bisa juga mendapatkan tips untuk menjaga keamanan privacy di Safety Center nya Google. kita bisa langsung ketik aja "Pusat Keamanan Google" di browser Google Chrome dan nanti akan muncul 10 tips menjaga keamanan pribadi, keluarga dan tipa menjaga keamanan privasi dan data diri anak.

Masih ada materi dari 6 speakers lagi.
tapi aku ga bakalan nulis disini, nanti kau sambung di blog selanjutnya ya :)
pokonya kalian jangan sampe kelewatan.
sekali lagi, karena isi seminar ini sangat relevan dengan era dimana kita hidup saat ini.

SO, tunggu aja ya





0 Comments