Atasi Rasa Malas dengan KAIZEN

Pernah berjanji sama diri sendiri buat ga lagi-lagi kenal sama yang namanya malas.
"Mulai besok aku ga bakalan malas lagi"

besoknya,

"ah mulai besok aja deh ngga malasnya"

Pernah kek gitu ? 
Sampe akhirnya tugas kita menumpuk bak gunung sampe deadline tiba lalu kita kelabakan.
pernah ?

Pasti banyak nih orang yang ngalamin hal diatas. Termasuk aku yang suka -nanti deh-nanti deh- 

Selain tugas atau kerjaan, masih banyak hal lain yang sering kita tunda.
Misal kita kepengen hidup lebih sehat, mau mulai rajin olah raga tapi "nanti deh"

Padahal nih perilaku menunda-nunda itu ga baik kalo keterusan. Bisa jadi kebiasaan dan bikin hasil kerja kita ga maksimal karena ngerjainnya mepet-mepet.

Yep, itu disebabkan oleh rasa malas.

Nah kali ini aku mau share mengenai bagaimana sih cara mengatasi rasa malas.

Anyway
Aku sendiri masih sering mengalami rasa malas. Tapi dengan nulis ini semoga bisa jadi reminder buat aku sendiri gitu dan ga ada salahnya aku share juga sama kalian.

***

Setelah baca-baca tentang bagimana cara menyingkirkan rasa malas, aku nemuin satu teknik yang bisa aku dan kalian coba. Teknik ini adalah teknik dari Jepang. Tau dong kalo orang Jepang terkenal dengan kedisiplinan dan etos kerja yang baik.

Pertanyaannya ko bisa sih orang Jepang jadi kaya gitu ?

Jadi, sejak kecil orang jepang tuh dilatih buat melakukan rutinitas kecil yang positif setiap harinya. karena repetisi ini, kemudian menjadi budaya hingga mereka dewasa, mereka menjadi disiplin dan engga males-malesan.

Konsep tentang rutinitas ini bernama KAIZEN.

Dari segi bahasa, Kaizen terdiri dari dua kata. KAI yang artinya berubah dan ZEN artinya kebijaksanaan. Dua kata ini kemudian memiliki definisi sebagai perubahan dalam hidup yang bisa dicapai secara perlahan dan dengan penuh kebijaksanaan.

Kaizen ini juga dikenal sebagai prinsip "SATU MENIT" karena prinsip ini intinya adalah ngelatih satu orang untuk melakukan suatu hal hanya dengan satu menit setiap harinya di waktu yang sama. Misalnya, kita mau olah raga nih, nah kita bisa melakukannya setiap satu menit setiap harinya di waktu yang sama. Contoh lainnya misal kita mau membiasakan membaca buku, nah kita bisa membaca buku selama satu menit setiap hari di waktu yang sama. Kalo kamu mau melakukannya di jam 6 pagi misal, nah setiap hari kita akan melakukan olah raga atau baca buku itu selama satu menit setiap harinya di jam 6 pagi.

Source : google.com

Karena prinsip ini sederhana, selain dua contoh diatas kita juga bisa menerapkan ke berbagai hal lainnya. Tapi ingat, selama satu menit ini kita harus fokus, jangan ada distraksi apapun.

Prinsip satu menit ini akan melatih diri untuk lebih bertanggung jawab. Ketika kita berhasil menjalankan satu menit itu, kita akan merasa lebih baik karena kita sudah ngerasa berhasil melaksanakan suatu hal sampai tuntas. Jadi semacem ada sense of progress dalam hidup kita sehingga akan membuat kita merasa ketagihan untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang kita punya.

Kalo satu menit ini kita lakukan rutin setiap harinya, biasanya akan nambah-nambah terus karena ada perasaan ketagihan tadi. Awalnya bisa satu menit dan mungkin dalam beberapa hari kedepan bisa nambah menjadi lima menit, sepuluh menit atau seterusnya. Tapi kuncinya dalah kita harus konsisten dan komitmen sama diri sendiri untuk melakukannya setiap hari.

Mungkin satu menit ini kita menganggapnya sangat mudah, tapi biasanya komitmen yang gampang goyah. Nah ini kenapa mesti dimulai hanya satu menit, prinsipnya adalah biar kita ga merasa terlalu dipaksa buat ngelakuinnya. Kalo dimulai dengan terlalu keras, ini akan mudah membuat kita capek dan bosan, kita jadi malas deh ngelakuinnya.

Jadi, untuk memulai suatu perubahan itu bisa dilakukan secara perlahan dan penuh kebijaksaan. Mening dikit-dikit aja dulu tapi rutin dilakuin daripada seabrek sekaligus yang malah bikin kita cepat capek dan bosan.

Selain itu dengan melakukan suatu hal secara rutin, kita bisa menjadi lebih ahli juga dalam hal tersebut dan gakan mudah lupa. Hal ini juga pernah diteliti oleh seorang Psikolog asal Jerman, Hermann Ebbinghaus. Menurutnya, memori dan kemampuan mengingat seseorang akan menurun drastis kalau cuma dapet informasinya sekali dan seabrek-abrek. Apalagi kalau ga pernah di review. Makanya kita mesti mengulang apa yang sudah kita pelajari terus supaya lebih ngerti dan informasi yang pernah kita dapet ga bakal hilang, istilahnya memorinya ini bakalan masuk ke long-term memory kita.

Nah prinsip Kaizen ini related banget sama teori Herman Ebbinghaus tadi. Ketika kita mengulang suatu hal, secara ga sadar hal tersebut bakal terbentuk menjadi suatu habit dan masuk ke long-term memory kita, dan kita akan menjadi master dalam hal tersebut.

Yuk mulai dari satu menit 

0 Comments